Wow ! Jaksa Nakal Bakal Disapu Bersih Satgas 53 Pengawasan
By admin On 17 Dec, 2020 At 02:36 AM | Categorized As INSPIRASI POSDAYA | With 0 Comments


Penulis (kiri) bersama Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan RI Leonard Eben Ezer Simanjuntak SH MH.foto: ist

DENGAN pertimbangan masih belum baik sepenuhnya integritas aparatur serta masih adanya yang berprilaku koruptif dalam waktu dekat ini Kejaksaan Agung akan membentuk Satgas 53 Pengawasan.

Jaksa Agung ST Burhanuddin SH memandang perlu upaya penegakan disiplin secara tegas, terpadu, efektif, efisien, dan mampu menimbulkan efek jera

“Akan dibentuk Satgas 53 Pengawasan dalam waktu dekat ini,” ungkap Burhanuddin SH ketika menutup Rapat Kerja Nasional (Rakernas) kejaksaan Tahun 2020 secara virtual di Gedung Menara Adhyaksa Komplek Kejaksaan Agung, Rabu (16/12).

Tentu saja ungkapan Burhanuddin ini bukanlah sebuah lamunan tanpa dasar yang kuat. Langkah ini bagian untuk merubah mindset pegawai dan jaksa agar nanti bekerja lebih baik dalam menegakan hukum dan keadilan.

Sebab tegaknya hukum sangat tergantung kepada kualitas dari aparat penegak hukum yang menjalankannya.

Keberadaan Satgas 53 yang mungkin diambil dari nama PP 53 sebagai aturan dalam menegakkan disiplin aparatur, akan dapat menindak atau menyapu bersih jaksa atau pegawai yang nakal.

Point saya disini, Jika Satgas dengan regulasi aturannya terbentuk nanti, maka Tahun 2021 boleh dikatakan adalah tahun “membangun integritas dan menjauhkan jaksa nakal”.

Kontrol yang kuat,

Masih ingat kasus jaksa Pinangki yang menghebohkan jagat negeri ini, kasus kajari di INHU Riau, kajari dicopot dan dua jaksa ditahan dan kasus di Karang Asem Bali, kajari dicopot dan sejumlah kasus lainnya tentu menurunkan pandangan dan citra kejaksaan di mata publik.

Pandangan negatif publik tidak boleh dibiarkan berlaru larut. Langkah membangun publik trust dan marwah kejaksaan harus segera dan optimal dilakukan.

Ada rentetan kasus penyuapan, pemerasan dan korupsi membuktikan kalau profesi penegak hukum telah disalahgunakan menjadi sarana untuk mengeruk keuntungan pribadi dengan mempergunakan hukum sebagai barang dagangan.

Perilaku ini merangsang penegak hukum untuk mencari cara bagaimana mendatangkan uang sebanyak-banyaknya yang pada akhirnya akan mendorong kepada perilaku korup.

Kita harapkan Satgas 53 benar benar menjadi Satuan yang dapat mengikis tebalnya pandangan negatif masyarakat dan membuat lembaga penuntut umum ini bersinar menerangi keadilan di jagat negeri ini.

Sehingga keberadaannya tidak dilepaskan dari kehendak masyarakat memperoleh jaminan perlindungan dan pelayanan yang baik.

Apalagi Satuan Tugas ini akan terdiri dari unsur jaksa agung muda pengawasan dan jaksa agung muda intelijen sehingga dapat optimal dalam mengawal proses penegakan hukum yang adil dan fair.

Seperti diungkap dalam laporan bidang Pengawasan saat Raker Kejaksaan Agung telah berhasil melakukan penyelesaian melalui whistleblower system sebanyak 107 laporan dari total 524 laporan pengaduan. Selain itu, telah dilakukan penegakan hukuman disiplin terhadap 130 pegawai kejaksaan.

Kejaksaan memang saat ini sedang melakukan pembenahan secara komprehensif dengan meletakkan pengawasan dan pembinaan sebagai pilar utama untuk mendorong kinerja Kejaksaan menjadi lebih baik.

Untuk itulah pentingnya reformasi dalam aspek Sumber Daya Manusia (SDM) karena SDM menjadi penggerak dan pelaksana organisasi harus benar benar terbebas dari masuknya mafia hukum yang akan merusak nama baik korp adhyaksa secara keseluruhan.

Jadi Role Model,

Pembentukan Satuan Tugas 53 sesuai arahan Presiden Joko Widodo pada Pembukaan Rapat Kerja Kejaksaan RI. Tahun 2020 khususnya mengenai perintah kepada Jaksa Agung untuk melakukan penguatan Pengawasan dan penegakan disiplin internal Kejaksaan RI guna menjadi role model penegak hukum yang bersih, profesional, akuntabel dan berintegritas.

Point saya terakhir bahwa penguatan satgas tentu perlu penguatan fungsi lembaga yang sudah ada hingga pengawasan ketingkat terendah karena pengawasan ditingkat kejati dan kejari saat ini ada tetapi ” seperti tiada”, perlu anggaran yang memadai serta dukungan personil yang solid dalam menangani keluhan publik.

Efektivitas pengawasan oleh Satuan Tugas ini akan sukses sangat dipengaruhi oleh komitmen dan kemauan dari jajaran pimpinan lembaga ini. Jika tidak maka lembaga pengawasan akan kebanjiran data sahih dari publik yang akan mengkritisi habis habisan lemahnya pengawasan.

Apalagi ditengah hiruk pikuk maju dan berhasilnya kejaksaan membongkar kasus mega korupsi seperti jiwasraya, kasus Danareksa,, korupsi di BTN,.kasus Joko S Tjandra dan ratusan kasus lainnya selama setahun belakangan ini kejaksaan telah berhasil menyelamatkan keuangan negara dengan total Rp388.8 triliun dan USD 11,83 juta.

Selain itu membuat zona integritas satker yang memiliki predikat WBK/WBBM.

Tentunya keberadaan Satgas 53 akan dapat pula membangunkan semangat dan langkah PEN (Pemulihan Ekonomi Nasional).

Publik juga berharap agar revisi UU Kejaksaan No 16 Thn 2004 dengan segala polemik yang terjadi akan memperkuat penegakan hukum kedepan juga bisa membuat kejaksaan lebih independen, profesional dan berhati nurani.

Banyak perubahan masif yang tertulis dalam Draf RUU Kejaksaan mulai dari tugas dan wewenang jaksa hingga unsur unsur yang kelak dapat mengisi posisi jabatan di Kejaksaan.

Jaksa tidak kebal hukum sebab dalam Draf UU Kejaksaan yang baru jaksa diberhentikan tidak dengan hormat bila dihukum penjara paling singkat dua tahun.

Padahal dalam UU sebelumnya tidak disebutkan syarat minimal lama pidana bagi jaksa untuk diberhentikan tidak dengan hormat.

Reformasi yang berjalan di kejaksaan dengan tujuh kebijakan jaksa agung merupakan suatu proses yang komprehensif dan digerakkan secara konsisten oleh “mesin perubahan” dengan wewenang dan kendali yang jelas dan akuntabel.

Publik tentu menunggu setelah diumumkan tekad yang tinggi dengan tujuh kebijakan serta kesiapan dari aparatur kejaksaan untuk melaksanakan dan mensukseskan program program besarnya itu.

Dengan hadirnya Satgas 53 kita harapkan akan terbangun kemitraan strategis antara lembaga pengawas baik internal.maupun eksternal saling memperkuat satu sama lain, bukan saling menjatuhkan.

Satgas 53 harus mampu mewujudkan penegak hukum yang bersih, profesional dan dipercaya masyarakat. Selamat Kita tunggu lahirnya Satgas 53 Pengawasan.

(haris-Penasehat Forwaka# budakbabelrin@gmail.com).

Leave a comment

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>