Jaksa Agung Burhanuddin Maafkan Anak Remaja Peretas Website Kejaksaan RI
By admin On 19 Feb, 2021 At 02:31 PM | Categorized As Kasus | With 0 Comments


Kapuspenkum kejaksaan Leonard Eben Ezer Simanjuntak SH.foto: Puspenkum Kejaksaan.

JAKARTA-(TERBITTOP) Sistem Kemanan Website milik pemerintah ternyata masih lemah dan mudah di retas.Ini terbukti setelah kejaksaan berhasil mengamankan pelaku yang ternyata anak dibawah umur.

Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejaksaan Agung (Kejagung) Leonard Eben Ezer Simanjuntak mengungkap identitas pelaku peretasan website kejaksaan RI http://www.kejaksaan.go.id. 

Pelakunya seorang remaja di bawah umur berinisial MFW (16), asal Lahat, Sumatera Selatan. 

Kasus ini terbongkar setelah tim dari Kejaksaan Agung RI mencoba memancing dengan membeli database kejaksaan di raidforums.com guna mendapatkan data kejaksaan yang dijual. Tercatat, database yang berhasil dicuri sebanyak 3.860.224.

“Dari hasil penyelidikan, data yang dijual merupakan data akun admin dari website kejaksaan RI http://www.kejaksaan.go.id,” kata Ezer. 

Leo mengatakan data base yang dijual pelaku sifatnya terbuka untuk umum atau publik dan tidak terhubung secara langsung dengan database kepegawaian yang ada pada aplikasi sistem informasi pegawai (SIP) Kejaksaan Agung RI.

“Sumber data yang dijual merupakan data yang ada pada website kejaksaan RI dengan tautan http://www.kejaksaan.go.id. yang memang dikonsumsi oleh masyarakat,” jelas Leo didampingi Kapusdamkrimti Didik Farhan kepada media Jumat (19/2).

Kepala Pusat Data, Statistik Kriminal dan Teknologi Informasi (Daskrimti) Kejagung Didik Farkhan mengemukakan bekerja sama dengan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) RI untuk menangkap pelaku peretasan tersebut.

Dia menjelaskan setelah pelaku menjual database perkara sejak 2009 itu seharga Rp400.000, kemudian tim gabungan Kejaksaan-BSSN berpura-pura menjadi pembeli dan menawar database tersebut dengan harga Rp200.000.

“Tim dari Kejaksaan dan BSN langsung mencoba memancing dengan cara membeli dan menawar seharga Rp200.000. Kemudian yang bersangkutan mau dan langsung kita profiling. Kita langsung dapat media sosial yang bersangkuan,” tuturnya.

Berdasarkan data sample yang diperoleh dapat diketahui bahwa data yang dijual merupakan data akun admin web Kejaksaan RI yang menunjukkan username dan password yang kemungkinan menggunakan algoritma hashing password, daftar pegawai Kejaksaan RI, informasi perkara yang memang dikonsumsi oleh masyarakat, dan juga command line pelaku dalam melakukan dumping data pada Website Kejaksaan RI.

Tim Kejaksaan memancing yang bersangkutan dengan membeli Database Kejaksaan RI   di raidforums.com dan mendapatkan data kejaksaan yang dijual dalam bentuk file csv.txt   259,127 Kb dan file bin.txt sebesar 244,900 Kb dengan Total Line Database sebanyak   3.086.224.

Dari penelusuran didapatkan identitas pelaku dengan Inisial F, username, Twitter, Group : INDOGHOSTSEC, Telegram/Whatsapp, dan Website yang bersangkutan.

Leo menjelaskan hasil penelusuran Tim Kejaksaan bekerjasama dengan Badan Sandi dan Siber Negara (BSSN), serta komunitas hacker didapat sumber data baru berupa identitas diri dari MFW,   NIK, Tempat Tanggal Lahir (16 Tahun), Alamat Lahat, Sumatera Selatan.

Tim Kejaksaan Agung pada hari Kamis tanggal 18 Februari 2021 dibantu Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumatera Selatan dan Kejaksaan Negeri (Kejari) Lahat berhasil menemukan dan mengamankan MFW di Lahat, Palembang dan selanjutnya bersama orang tuanya dibawa ke Kejaksaan Agung guna dilakukan penelitian.

Jaksa Agung RI memberikan kebijakan kepada MFW untuk saat ini tidak dilakukan proses hukum dengan mempertimbangkan:

1.  MFW saat ini masih berusia muda (16 tahun) dan masih sekolah di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) di daerah Palembang.
2.   MFW telah berjanji dan membuat surat pernyataan tidak lagi mengulangi perbuatannya.
3.   Orang tuanya (Bapak) MFW juga membuat surat pernyataan akan mendidik dan mengontrol anaknya untuk tidak melakukan perbuatan peretasan sebagaimana dimaksud.

“Kejaksaan RI akan menindak tegas dan pasti dapat menangkap para hackers yang mencoba atau melakukan tindakan perentasan terhadap data-data Kejaksaan,” kata Leo Simanjuntak.

Sementara itu orang tua pelaku peretasan, Edi membeberkan alasan anaknya meretas situs milik Kejaksaan Agung.

Menurut Edi, anaknya yang berinisial MWF alias F tidak memiliki motif maupun niat jahat pada saat meretas laman resmi tersebut, melainkan hanya iseng.

Menurutnya, MWF melakukan peretasan tersebut pada saat anaknya tengah sekolah daring di rumahnya.

“Selama sekolah daring, anak saya ini sering sekali main handphone dan komputer, jadi dia itu iseng-iseng meretas,” ujarnya.

Dia juga meminta maaf kepada Kejaksaan Agung atas perbuatan anaknya yang telah melakukan peretasan situs resmi Kejaksaan Agung tersebut.(ris)

Leave a comment

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>