Kejari Kota Tangerang Targetkan Penyidikan Kasus Korupsi di RS Sitanala Akhir Pebruari Tuntas
By admin On 10 Feb, 2021 At 03:18 AM | Categorized As Botabek | With 0 Comments

>
Kajari Kota Tangerang Dewa Gede Wirajana SH saat.menerima media terbittop di ruang kerjanya,Selasa (9/2). foto : muzer

TANGERANG-(TERBITTOP)-Tim Penyidik Kejaksaan Negeri Kota Tangerang akan menuntaskan pemeriksaan kasus dugaan korupsi (tipikor) pengadaan jasa kebersihan di RS Sitanala milik Kemeskes di Tangerang.

“Kita targetkan penyidikan tuntas di akhir Pebruari 2021setelah semua saksi diperiksa juga kongkrit hasil perhitungan kerugian negara yang dikoordinasikan dengan inspektorat,” tutur Kajari Kota Tangerang I Dewa Gede Wirajana SH menjawab terbittop di ruang kerjanya, Selasa (8/2).

Saat ini penyidik tengah menyelesaikan pemeriksaan saksi saksi termasuk mencari kemungkinan ada tersangka baru dalam kasus korupsi di RS milik Kemenkes tersebut.

“Kami sudah periksa 25 saksi terkait kasus korupsi ini masih bisa bertambah sesuai perkembangan penyidikan karena kasus ini terhitung sampai tahun 2018,” ungkap IDG Wirajana SH.

Mengenai jumlah kerugian negara kata Wirajana SH yang terjadi hingga tahun 2018 mencapai Rp1,3 miliar.Sehingga nanti bisa saja dari perhitungan Inspektorat jumlah kerugian negara bertambah.

“Kemungkinan jumlah tersangka bisa bertambah dengan pengembangan penyidikan. Kami masih perdalam pemeriksaan,” kata IDG Wirajana.

Dari hasil pemeriksaan sementara jaksa penyidik telah menemukan unsur kesengajaan dalam perbuatan kasus ini apalagi setelah sejumlah pemeriksaan terhadap cleaning service dilakukan.

“Ini kongkrit temuan kami dan sebelumnya telah dilakukan ekspose, sehingga nilai kerugian negara jumlahnya bisa berkembang,” ujarnya.

Serahkan titipan,

Sementara itu ditengah penyidikan berlangsung IDG Wirajana SH mengungkap pihaknya ada menerima penyerahan titipan uang sebagai barang bukti dari salah seorang tersangka sebesar RP900 juta dan kini telah disita.

“Kemungkinan tersangka lainnnya mengembalikan sisanya kami masih menunggu walau proses hukum kasus ini tetap berjalan,” tegasnya.

Selain itu pihaknya belum menahan kedua tersangka.

Seperti diketahui kejari Kota Tangerang menetapkan dua orang tersangka dugaan kasus Tindak Pidana Korupsi ( Tipikor ) pengadaan jasa kebersihan di RS Sitanala tahun anggaran 2018.

Dua orang tersangka itu adalah Ketua Pokja ULP RS Sitanala berinisial NA dan penyedia atau Dirut PT PBA berinisial YY.

Penetapan tersangka tersebut disampaikan langsung oleh Kajari Kota Tangerang Dewa Gede Wirajana dengan didampingi Kasi pidsus dan kasi intelijen serta Tim PenyidiK Kejari Kota.

Selain itu Kajari juga menyampaikan hasil perkembangan Dugaan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadaan Jasa Kebersihan di RS Sitanala milik Kemeskes tahun 2018.

Dari hasil penyidikan telah ditemukan dua alat bukti dan beberapa dokumen dokumen yang sah yang berhasil diamankan oleh tim penyidik Kejari Kota Tangerang.

Kasus ini berawal dari hasil operasi intelijen yang menemukan fakta fakta di lapangan bahwa para pekerja jasa kebersihan di RS tersebut tidak ada namanya di dalam dokumen kontrak pekerjaan pengadaan jasa kebersihan di RS Sitanala Tahun 2018.

Temuan tersebut dalam waktu satu bulan dikembangkan dan ditingkatkan ke penyidikan.

Dalam proses penyidikan sendiri sudah dilakukan pemeriksaan saksi kurang lebih sebanyak 25 orang yaitu drari pihak RS. Sitanala, penyedia jasa selaku pelaksana pekerjaan dan saksi saksi dari Kementrian Kesehatan Republik Indonesia.

Atas perbuatannya terhadap kedua orang tersangka di kenakan pasal primair pasal 2 ayat (1) Jo. Pasal 18 UU Tipikor Jo. Pasal 55 ayat (1) KUHP dan subsidair pasal 3 Jo. Pasal 18 UU Tipikor Jo. Pasal 55 ayat (1) KUHP. (haris)

Leave a comment

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>