Kasus Pembobolan Bank Jatim Cab Kapanjen Segera disidangkan, Kajati Mohamad Dofir: Kerugian Negara Capai Rp170 Miliar
By admin On 18 Jun, 2021 At 03:17 AM | Categorized As Bank | With 0 Comments


4 Tersangka korupsi kredit fiktif saat dibawa ke ruang tahanan Kejaksaan Tinggi Jatim.(sumber foto merdeka.com)

SURABAYA -(TERBITTOP)-Tim Jaksa Penuntut Kejaksaan Tinggi Jawa Timur dan Kejari Kepanjen segera melimpahkan berkas empat tersangka kasus kredit fiktif ke Pengadilan Tipikor Surabaya yang terjadi di Bank Jatim Cabang Kapanjen Malang merugikan dengan kerugian negara Rp170 Miliar.

Keempat tersangka tersebut antara lain, Mochamad Ridho Yunianto, eks Kepala Bank Jatim cabang Kepanjen, Edhowin Farisca Riawan, karyawan Bank Jatim penyedia kredit; Dwi Budianto, koordinator debitur; dan Andi Pramono kreditur.

Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Timur Dr Mohamad Dofir SH menuturkan setelah berkas perkaranya dinyatakan lengkap (P21), para tersangka diserahkan jaksa penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Timur ke Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Kepanjen, Kamis, 17 Juni 2021.

“Tim JPU akan segera melimpahkan berkas keemat tersangka Pengadilan Tipikor setelah tahap dua dilakukan dimana berkas para tersangka dinyatakan sudah lengkap (P21) secara formil dan materiil,” kata Mohamad Dofir kepada Terbittop, Kamis Malam (17/6).

Sebelum diserahkan kepada JPU, para tersangka terlebih dahulu menjalani tes kesehatan dan swab antigen dan dinyatakan negatif. Kemudian para tetap dalam tahanan Jaksa Penuntut Umum (JPU) di Rutan Kelas 1 Surabaya Cabang Kejati Jawa Timur selama duapuluh hari terhitung sejak 17 Juni 2021.

Kejaksaan Tinggi Jawa Timur yang berhasil membongkar kasus ini setelah melakukan pemeriksan dan menetapkan para tersangka dan melakukan penahanan.

Dugaan kasus ini bermula dari proses realisasi kredit yang dikucurkan Bank Jatim cabang Kepanjen Malang terhadap 10 kelompok debitur pada kurun waktu 2017 hingga September 2019 lalu.

“Masing-masing kelompok debitur ini mengumpulkan 3 hingga 24 anggota debitur. Dalam prosesnya, tersangka MRY selaku pimpinan Bank Jatim bekerja sama dengan ketiga tersangka lainnya untuk merealisasikan kredit,”jelas Mohamad Dhofir.

Padahal pengajuan kredit tersebut tidak memenuhi ketentuan yang sudah ditetapkan. Modusnya yakni meminjam nama-nama orang lain untuk menerima kredit. Sehingga seolah-olah persyaratan kredit yang diajukan oleh debitur tersebut semua telah memenuhi syarat dan ketentuan yang berlaku.

Karena proses yang tidak layak, akibatnya, kredit yang telah dikucurkan tersebut tidak terbayar, angsurannya dinyatakan macet. Ini berdasarkan perhitungan dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Provinsi Jatim kerugiannya mencapai Rp170 miliar

Keempat tersangka itu saling kongkalikong demi mencairkan kredit tersebut, kendati tahapan pengajuannya tidak ada satupun yang memenuhi persyaratan.

Modusnya adalah memakai nama-nama orang lain untuk menerima pencairan kredit. Seolah-olah persyaratan yang diajukan oleh debitur telah lengkap.

Penyidikan kasus ini berjalan lebih kurang tiga bulan dimana keempat tersangka setelah dilakukan pemeriksaan langsug dijebloskan ke sel Rutan klas I Cabang Kejati Jatim pada Senin (1/3) tepat pukul 16.00 WIB, setelah melewati rangkaian pemeriksaan, salah satunya tes kesehatan.(haris)

Empat tersangka kasus korupsi Bank Jatim Cabang Kapanjen Malang saat diserahkan ke JPU Kejari Kepanjen.

Leave a comment

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>