KRI Semarang Atasi Krisis Oksigen di Pulau Belitung
By admin On 10 Aug, 2021 At 03:50 AM | Categorized As Kesra | With 0 Comments


Wakil Bupati Belitung Isyak Meirobi S.n.MSi.

BELITUNG-(TERBITTOP)-Wabup Belitung Isyak Meirobie, S.Sn M.Si menegaskan Pemkab Belitung mampu atasi krisis oksigen dengan dukungan Mabes TNI dan Polri Khususnya TNI AL menghadirkan KRI Semarang yang lego jangkar ditengah laut 8,5 Mil dari Pelabuhan Tanjungpandan Belitung Prop Kep Babel.

KRI Semarang tiba di perairan laut Tanjungpandan Selasa pagi (10/08). Kapal milik TNI AL ini diberangkatkan ke Belitung pada Senin (09/08) Jam 15.00 WIBA.

Kehadiran KRI ini sebagai Langkah dan bukti nyata krisis yang terjadi di daerah bukan tanggung jawab pemerintah daerah tetapi menjadi perhatian dan bentuk kepedulian TNI dan Polri khususnya TNI AL.

Menurut Isyak Pemkab Belitung bekerja keras tiada henti mengatasi Pandemi Covid 19 termasuk krisis Oksigen tanpa oksigen penanganan Covid-19 tidaklah maksimal, maka kita berupaya meminta bantuan dari berbagai pihak.

Terkait pemberlakuan PPKM di Kabupaten Belitung dan penanganan  Covid-19 berlangsung hampir satu tahun setengah di Indonesia, pemerintah pusat dan daerah berbagai upaya melakukan cara menanggulangi pencegahan penyebaran virus Corona agar dapat di atasi secepatnya.

“Mengingat banyaknya masyarakat mengalami serangan covid 19 ini yang mengakibatkan usia 50 tahun ke atas banyak meninggal dunia,” tandasnya.

Isyak menegaskan situasi darurat dan krisis oksigen, terjadi Sabtu (07/08) kami menghubungi pemerintah pusat, Pemprov Kep Babel dan instansi lainnya termasuk pihak yang peduli terhadap kondisi Belitung.

Wabup diperintahkan koordinasi dengan Danlanal Babel melaporkan kepada Gubernur dan Bupati.

Koordinasi awal dengan Mabes AL merespon cepat kebutuhan oksigen didaerah ini, Danlanal dan Gubernur merespon menghadirkan KRI Semarang dan diminta kita mempersiapkan segala sesuatu kebutuhan termasuk 500 tabung oksigen kosong ukuran 6 meter untuk diisi di KRI Semarang ketika tiba di perairan pelabuhan Tanjungpandan.

Kini Belitung melaksanakan PPKM level 4 diperpanjang 1 kali dan kondisi rumah sakit BOR-nya di atas 98% dan 88 pasien di ruang Isolasi A,B,C,D dan F, sehingga mengalami defisit oksigen bagi pasien yang dirawat di ruang isolasi tersebut.

Kebutuhan oksigen didaerah ini lanjut Isyak normalnya dilayani oleh produsen dengan 1 mesin besar dan 1 mesin kecil dikarenakan faktor Force Majeure maka mesin oksigen atau produksi oksigen yang besar tersebut mengalami kerusakan dan butuh waktu perbaikan 6 hari.

Padahal rumah sakit membutuhkan 120 tabung ukuran 6 meter kubik setiap hari produsen menyanggupi 50 tabung ukuran 6 meter kubik setiap harinya dikarenakan kerusakan mesin besar dan hanya mengandalkan mesin kecil.

Respon cepat dari Mabes Polri mengirimkan 220 tabung ukuran 10 meter kubik dan 6 meter kubik tiba di Belitung di pelabuhan Tanjungpandan Minggu (08/08)

Menjadi harapan masyarakat kita terkhusus keluarga pasien sehingga oksigen tersebut dijemput dan langsung didistribusikan ke RSUD dr. H Marsidi Judono Belitung 170 tabung dan RSUD Beltim 50 tabung.

Kini oksigen sudah terpasang normal 170 tabung di RSUD dr. H Marsidi Judono tersebut diprediksi akan mengisi disparitas atau kekurangan pasokan oksigen untuk 3 – 4 hari kedepan.

“Terima kasih kepada Kapolri, Jenderal Pol Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si. dan Jajarannya didukung Gubernur dan Wagub, Forkopimda Provinsi, Kapolda , Danrem , Danlanal, Danlanud Kejati dan Ketua DPRD,” kata Isyaak.

“Juga Forkopimda Kabupaten, Relawan KSB, Yayasan BBB, perusahaan Pelayaran, ekspedisi dan teman-teman yang membantu transportasi, para dermawan yang men suport terwujudnya bantuan untuk pulau Belitung,” tandasnya.

Bantuan ini adalah respon cepat Mabes TNI AL melalui KSAL Laksamana TNI Yudo Margono S.E, M.M, memerintahkan KRI Semarang menuju Tanjungpandan.

Kapal rumah sakit AL memiliki mesin produksi oksigen bisa memenuhi kebutuhan Belitung selama pandemi covid 19 menjalankan PPKM level 4.

Kehadiran KRI membantu dan menjadi solusi kebutuhan Belitung mengatasi krisis

Apresiasi kepada KSAL cepat memerintahkan dan merespon kebutuhan masyarakat menjadi semangat kami di daerah mengatasi covid 19 lebih kerja keras lagi sehingga Belitung dapat pulih.

KRI Semarang lego jangkar dijarak 8,5 mil dari pelabuhan Tanjungpandan dimensi kapal yang besar tidak bisa melakukan upaya maksimum agar kapal berlabuh dan merapat di pelabuhan secara langsung, Karena itu dibutuhkan proses ship to ship memerlukan SDM persiapan mini crane sehingga berjalan lancar. (Yustami).