Selama Dua Tahun, Sudah Ada Tiga Jaksa Palsu Diciduk
By admin On 24 Aug, 2021 At 11:42 PM | Categorized As Hukum | With 0 Comments

JAKARTA-(TERBITTOP)-Inilah reaksi dari Kejaksaan Agung ketika mendengar ada warga yang mengaku jaksa dan melakukan serangkaian penipuan.Jaksa palsu ini berhasil diciduk oleh Tim Intelijen Gabungan dari Kejaksaan dan Kejaksaan Tinggi di Hotel Patra Semarang Jawa Tengah, Selasa (24/8). Namanya Rally Nuryaman mengaku sebagai jaksa yang bertugas di Jaksa Agung Muda Intelijen Kejaksaan.

Kapuspenkum Kejaksaan Leonard Eben Ezer Simanjuntak SH membenarkan adanya penangkapan jaksa palsu tersebut.

“Kami menghimbau kepada masyarakat yang pernah ditipu oleh oknum yang mengaku bernama R. Rully untuk segera melapor kepada Kejaksaan Tinggi Jawa Barat ataupun Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Barat, serta kami menyampaikan kepada masyarakat agar tidak percaya kepada oknum-oknum yang mengaku sebagai jaksa untuk mengurus proyek-proyek dan segera melakukan pengecekan identitas oknum-oknum yang mengaku Jaksa atau pegawai Kejaksaan RI langsung ke Kejaksaan Agung, Kejaksaan Tinggi, dan Kejaksaan Negeri setempat untuk mengecek kebenarannya,” kata Kapuspenkum Kejagung Leonard Eben Ezer Simanjuntak SH.MH dalam siaran persnya, Selasa (24/8).

Kasus ini berawal dari laporan pengaduan masyarakat yang menyebut pelaku melakukan penipuan pengurusan proyek pengadaan IT di Bank Jawa Barat (BJB) Pusat senilai Rp40 miliar. Dan telah menerima uang sebesar Rp1,9 miliar.

Selain kasus tersebut, ternyata Rully juga berhasil menipu seseorang dengan mengaku bisa menyelesaikan perkara di KPK.

“Oknum yang mengaku bernama R Rully Nuryawan juga menerima uang sebesar Rp300 juta dari seseorang yang belum diketahui namanya untuk penyelesaian perkara di KPK,” ujarnya.

Atas laporan tersebut Tim Intelijen Kejaksaan Agung, langsung melakukan pelacakan keberadaan Rully sejak Senin 23 Agustus 2021. Dan hasilnya, Rully ditangkap saat menginap di Hotel Patra Semarang Jawa Tengah.

“Saat dilakukan penggeledahan, ditemukan identitas palsu yaitu kartu pengenal Jaksa pada Jaksa Agung Muda Bidang Intelijen, kartu anggota Polda Metro Jaya, Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK), 2 (dua) unit handphone, dompet, dan uang tunai sebesar Rp304,6 juta,” kata Leo Simanjuntak.

Berdasarkan catatan sebelumya di tahun 2021 ada dua kejadiaan oknum mengaku jaksa ditangkap dan diadili. Sebut namanya Abdussomad, pelaku penipuan di Surabaya yang mengenakan atribut jaksa dituntut 3 tahun penjara oleh Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Negeri Surabaya.

Aksi jaksa gadungan yang sempat menginap di hotel di Surabaya selama 2 bulan tanpa membayar. Sebelumnya juga terungkap Jaksa gadungan bernama Wahyu Iwan Sulistiyo (24). Dia ditangkap di Desa Gading, Kecamatan Jatirejo, Kabupaten Mojokerto, Selasa (23/2/2021). Pria bertubuh tambun itu menipu warga hingga ratusan juta rupiah.(ris)