Kejagung Ringkus Pensiunan PNS Kemendikbud, Ternyata Korupsi Rp.1,8 Miliar Lomba Keterampilan Siswa (LKS)
By admin On 8 Sep, 2021 At 03:00 AM | Categorized As Peristiwa | With 0 Comments


Kapuspenkum Kejaksaan Agung Leonard Eben Ezer Simanjuntak SH MH

JAKARTA-(TERBITTOP)-Tim Tabur 31.1 Kejaksaan Agung berhasil menangkap buronan kejahatan yang masuk dalam daftar DPO kejaksaan Selasa (07/9). Kali ini bersama Tim Kejaksaan Tinggi DKI mengamankan buronan tindak pidana korupsi terkait pelaksanaan Lomba Keterampilan Siswa (LKS) SMK XVII dan Pameran SMK pada Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah Kemdiknas 2009 bernama DR Joko Sutrisno.

Kapuspenkum Kejaksaan Aung Leonard Eben Ezer Simanjuntak SH menuturkan PNS Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan ditangkap di jalan Matoa Raya No 18 Kecamatan Kecamatan Laweyan, Kota Surakarta Jawa Tengah, yang merupakan buronan dari Kejaksaan Tinggi (Kejati) DKI Jakarta.

“Benar buronan ini sudah diamankan dn segera dieksekusi,” ungkap Leonard Simanjuntak.

Dijeaskan berdasarkan Putusan Mahkamah Agung RI Nomor: 1559 K/ Pid.Sus / 2012 tanggal 18 Oktober 2021, Terpidana DR. JOKO SUTRISNO dinyatakan terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan Tindak Pidana Korupsi terkait Pelaksanaan Lomba Keterampilan Siswa (LKS) SMK XVII Tahun 2009 dan Pameran SMK tahun 2009 pada Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah Departemen Pendidikan Nasional.

“Terdakwa melanggar Pasal 3 ayat (1) jo Pasal 18 ayat (1) Undang-undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan Undang-undang Nomor 20 tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 Jo Pasal 64 ayat (1) KUHP, sehingga mengakibatkan kerugian keuangan negara sebesar Rp. 1.838.123.000 (satu milyar delapan ratus tiga puluh delapan juta seratus dua puluh tiga ribu rupiah),” jelas Leo Simanjuntak.

Kemudian sesuai putusan DR. JOKO SUTRISNO dijatuhi pidana penjara selama 3 (tiga) tahun serta dihukum membayar denda sebesar Rp 200.000.000 (dua ratus juta rupiah) subsidiair 6 (enam) bulan kurungan.

Terdakwa DR. JOKO SUTRISNO diamankan di Jalan Matoa Raya Nomor 18, Karangasem, Kecamatan Laweyan, Kota Surakarta Jawa Tengah karena ketika dipanggil oleh Jaksa Eksekutor Kejaksaan Tinggi (Kejati) DKI Jakarta, Terdakwa tidak datang memenuhi panggilan yang sudah disampaikan secara patut.

Oleh karenanya kemudian yang bersangkutan dimasukkan dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) dan akhirnya berhasil diamankan ketika pencarian diintensifkan bekerjasama dengan Tim Tangkap Buron (Tabur) Kejaksaan Agung, dan rencananya pada hari Rabu 08 September 2021, Terpidana DR. JOKO SUTRISNO akan dibawa ke Jakarta oleh Tim Jaksa Eksekutor dengan mematuhi protokol kesehatan.

Leo mengatakan melalui program Tabur (Tangkap Buronan) Kejaksaan, kami menghimbau kepada seluruh Daftar Pencarian Orang (DPO) Kejaksaan untuk segera menyerahkan diri dan mempertanggung-jawabkan perbuatannya karena tidak ada tempat yang aman bagi para buronan.(ris)