Museum Tanjung Pandan Hadirkan 30 Stand Makanan dan 7 Wahana Permainan, Juhri: inovasi Menarik Pengunjung dan PAD Belitung.
By admin On 10 Sep, 2021 At 03:13 PM | Categorized As Daerah | With 0 Comments

BElITUNG – (TERBITTOP)-Plt Kepala UPT Museum Tanjungpandan menegaskan – UPT Museum dan Taman Satwa jalan Melati No. 9 Kelurahan Parit, Kecamatan Tanjungpandan, Kabupaten Belitung Prop Kep Babel, terus berbenah diri sejak ditambah anggaran untuk lebih menarik pengunjung wisatawan lokal dan meningkatkan PAD.

“Museum objek wiata sejarah berada di dalam kota Tanjungpandan selain menambah jam operasional, pengelolaan juga menyediakan 30 stand makanan dan 7 wahana permainan,” jelas Juhri kepada terbittop.di ruang kerjanya Selasa (9/9).

Dikatakan, dulu museum dibuka mulai pukul 08.00 wib ditutup pukul 17.00 sore. Kini dibuka pukul 08.00 pagi hingga 22.00 malam dengan tetap mematuhi protokol kesehatan bagi setiap pengunjung, menggunakan masker dan menjaga jarak serta menjauhi kerumunan.

Tak hanya itu lanjut Juhri, dulu pengunjung hanya bisa melihat peninggalan sejarah dan satwa yang ada.

“Kini bisa bersantai menikmati jajanan serta bermain di area Museum dengan pengawasan ketat oleh petugas museum,” ujar Juhri.

dijelaskan selama ini museum dianggap tertutup oleh masyarakat.

“Hari ini kita buat terbuka untuk umum dan semua kalangan. Oleh karena itu kita membuka dua pintu gerbang masuk, dibagian utara satu dan satunya diselatan,”tandas Juhri dengan nada optimis, pemasukan PAD akan bertambah dengan disiplinnya setiap pengunjung membayar tiket masuk Rp.5.000.

Dikataka untuk biaya tiket masuk pengelolaan Museum menarifkan Rp. 3.000 untuk perkali masuk. Sedangkan biaya parkir Rp. 2.000 untuk kendaraan motor dan Rp. 4.000 untuk parkir mobil.

Saat ini pelaku ekonomi yang mengisi stand tersebut sudah membangun lapaknya masing-masing. Semua stand diupayakan beroperasi total sejak September.

Disinggung soal keramaian pengunjung Juhri katakan, selain hari libur, pengunjung mulai ramai diatas jam 15.00 sore. Sedangan hari libur atau weekend (Sabtu, Minggu) pengunjung mulai ramai pagi hari pukul 09.00 wiba.

“Jika hari-hari biasa diatas jam 15.00 itu mulai ramai. Sabtu, Minggu atau weekend, mulai pagi hari itu sudah mulai ramai,” pungkas Juhri seraya menambahkan seratus pengunjung dalam satu hari pun sudah cukup.

Satu hari itu seratus pengunjung. Dihari weekend bisa mencapai 200 – 300 pengunjung,”

Untuk biaya tiket masuk pengelolaan Museum menarifkan Rp. 3.000 untuk perkali masuk.

Sedangkan biaya parkir Rp. 2.000 untuk kendaraan motor dan Rp. 4.000 untuk parkir mobil.

“Biaya tiket masuk itu cuman Rp. 3.000 ditambah uang parkir Rp. 2.000 jadi Rp. 5.000 perorang. Jika hanya menggunakan 1 motor untuk dua orang dikenakan 1 tiket parkir saja atau Rp. 2.000. Sedangkan mobil biaya parkir Rp 4.000 dan biasa masuk sama Rp. 3.000.

Menurut Juhri, Museum masih memiliki nuansa alami ramah lingkungan pengujung bisa berlama-lama menghirup udara segar sembari berwisata melihat koleksi-koleksi taman dan hewan-hewan yang ada di taman hiburan, seperti Buaya Besar dan burung-burung berkicau, sayangnya Si Amang sudah mati.

Adanya inovasi ini, UPT Museum ikut berkontribusi meningkatkan PAD Kabupaten Belitung.

“Selain bisa kontribus meningkatkan PAD. Kita berharap nanti agak mirip-mirip dengan objek wisata Pantai Tanjung Pendam dan Area Gedung Nasional. Serta mengantisipasi kepadatan di dua lokasi itu, Tanjung Pendam dan Gedung Nasional,” pungkasnya. Yustami.