Kejagung Kebut Penyidikan Kasus Korupsi Asabri dan BPJS
By admin On 15 Apr, 2021 At 12:21 PM | Categorized As Hukum | With 0 Comments


Kapuspenkum Kejaksaan RI Leonard Eben Ezer Simanjuntak SH MH

JAKARTA-(TERBITTOP)-Kasus dugaan korupsi di PT Asabri diduga merugikan keruangan negara mencapai Rp23 triliun terus dilakukan pemeriksaan saksi saksi yang terkait dalam kasus tersebut. Tim Penyidik Kejaksaan Agung secara maraton memanggil para saksi dari berbagai perusahaan sekuritas maupun perusahan lain yang diduga ikut dalam kerja sama dengan PT Asabri.

Kapuspenkum Kejaksaan Leonard Eben Ezer Simanjuntak SH membenarkan Tim Penyidik memanggil 15 orang saksi dari sejumlah perusahaan sekuritas pada Kamis (15/3).

Saksi yang diperiksa antara lain:

1. RA selaku Ex Sales PT. Yuanta Sekuritas Indonesia;
2. AAN selaku Sales PT. Yuanta Sekuritas Indonesia;
3. TJ selaku Wapreskom PT. Grahamas Citrawisata;
4. SA selaku Direktur PT. Indodax Nasional Indonesia;
5. GI selaku Marketing pada PT. Ciptadana Sekuritas Asia;
6. SWW selaku Executive Vice President Investment Banking PT. Yuanta Sekuritas Indonesia;
7. SD selaku Direktur Investment Banking PT. Yuanta Sekuritas Indonesia;
8. AHM selaku Sales PT. Yuanta Sekuritas Indonesia;
9. DT selaku adik Tersangka BTS;
10. UA selaku Sales PT. Yuanta Sekuritas Indonesia;
11. FP selaku Nominee;
12. HW selaku Pegawai PT. Asabri (Persero);
13. IS selaku Pegawai PT. Asabri (Persero);
14. NS selaku Direktur Operasional PT. Mega Capital Sekuritas periode tahun 2014 s/d 2018;
15. PDH selaku Direktur Utama PT. Gunung Bara Utama.

Pemeriksaan saksi dilakukan untuk memberikan keterangan guna kepentingan penyidikan tentang suatu perkara pidana yang ia dengar sendiri, ia lihat sendiri dan ia alami sendiri guna menemukan fakta hukum tentang tindak pidana korupsi yang terjadi pada PT. ASABRI.

Pemeriksaan saksi dilaksanakan dengan memperhatikan protokol kesehatan tentang pencegahan penularan Covid-19, antara lain dengan memperhatikan jarak aman antara saksi diperiksa dengan Penyidik yang telah menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) lengkap serta bagi saksi wajib mengenakan masker dan selalu mencuci tangan menggunakan hand sanitizer sebelum dan sesudah pemeriksaan. (K.3.3)

Kasus BPJS,

Selain itu pada Kamis (15/3) Tim Jaksa Penyidik pada Direktorat Penyidikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (JAM PIDSUS) Kejaksaan Agung memeriksa 3 (tiga) orang sebagai saksi yang terkait dengan Perkara Dugaan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengelolaan Keuangan dan Dana Investasi di Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan.

Saksi yang diperiksa yaitu:
1. II selaku Deputi Direktur Analisa Portofolio BPJS Ketenagakerjaan;
2. RU selaku Deputi Deputi Direktur Manajemen Risiko Investasi BPJS Ketenagakerjaan;
3. INS selaku Asisten Deputi Manajemen Risiko Investasi BPJS Ketenagakerjaan.

Dikatakan pemeriksaan saksi dilakukan untuk memberikan keterangan guna kepentingan penyidikan tentang suatu perkara pidana yang ia dengar sendiri, ia lihat sendiri dan ia alami sendiri guna menemukan fakta hukum tentang tindak pidana korupsi yang terjadi pada Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan.

“Pemeriksaan saksi dilaksanakan dengan memperhatikan protokol kesehatan tentang pencegahan penularan Covid-19, antara lain dengan memperhatikan jarak aman antara saksi diperiksa dengan Penyidik yang telah menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) lengkap serta bagi saksi wajib mengenakan masker dan selalu mencuci tangan menggunakan hand sanitizer sebelum dan sesudah pemeriksaan,” kata Leonard Simanjuntak.(ris)

Leave a comment

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>