Kejati Jatim Menangkan Praperadilan Penyidikan Kasus Kredit Fiktif Rp100 Miliar
By admin On 29 Apr, 2021 At 01:34 PM | Categorized As Kasus | With 0 Comments

SURABAYA – (TERBITTOP)-Pengadilan Negeri Surabaya menolak gugatan praperadilan yang diajukan salah satu tersangka perkara dugaan tindak pidana korupsi dalam pemberian kredit pada Bank Jatim Cabang Kepanjen an. ANDI PRAMONO (Pemohon).

“Setelah melalui persidangan sebanyak enam kali PN Surabaya melalui putusan no : 6/Pid.Pra/2021/PN.Sby tgl 27 April 2021 memutuskan menolak permohonan Praperadilan Pemohon dan kedua membebankan biaya perkara kepada pemohon sebesar nihil,” jelas Kajati Jawa Timur DR Mohamad Dofir SH saat dihubungi Terbittop, Kamis ( 29/4) malam.

Sebelumnya Andi Pramono (kreditur) salah satu dari empat tersangka pemberian kredit Bank Jatim Cabang Kapanjen melalui kuasa hukumnya dari Soares Law Firm & Partners mengajukan gugatan praperadilan dg no register : 6/Pid.Pra/2021/PN.Sby kepada Kepala kejaksaan Ttinggi Jawa Timur Cq. Asisten Tindak Pidana Khusus.

Pemohon pada intinya memohon Ketua Pengadilan Negeri Surabaya untuk memutuskan Penyidikanperkara Bank Jatim tidak sah.

Dalam sidang Praperadilan , pemohon menghadirkan ahli DR. Bambang S, SH.M.Mhum dan DR. Tongat , SH.M.Humdan juga dokumen dokumen.

“Dalam putusan hakim menolak gugatan praperadilan pemohon, sehingga kasus terus berjalan penyidikannya,” kata Mohamad Dofir.

Empat tersangka

Dalam penyidikan kasus ini.diduga para tersangka melakukan korupsi kredit fiktif sebesar Rp100 miliar pada Bank Jatim cabang Kepanjen Malang.

Emoat orang tersangka ditahan Kejaksaan Tinggi Jawa Timur. Salah satu tersangka, merupakan mantan Kepala Cabang (Kacab).

Keempat tersangka tersebut antara lain, Mochamad Ridho Yunianto, eks Kepala Bank Jatim cabang Kepanjen; Edhowin Farisca Riawan, karyawan Bank Jatim penyedia kredit; Dwi Budianto, koordinator debitur; dan Andi Pramono, kreditur.

Keempatnya kini di tahan di Rutan klas I Cabang Kejati Jatim tepat setelah melewati rangkaian pemeriksaan, salah satunya tes kesehatan, Senin (1/3).

Kasus ini berawal dari proses realisasi kredit yang dikucurkan Bank Jatim cabang Kepanjen Malang terhadap 10 kelompok debitur pada kurun waktu 2017 hingga September 2019 lalu.

“Masing-masing kelompok debitur ini berjumlah 3 hingga 24 anggota debitur. Dalam prosesnya, tersangka MRY selaku pimpinan Bank Jatim bekerja sama dengan ketiga tersangka lainnya untuk merealisasikan kredit,” jelas Dofir.

Padahal pengajuan kredit tersebut tidak memenuhi ketentuan yang sudah ditetapkan. Modusnya yakni, meminjam nama-nama orang lain untuk menerima kredit.

Sehingga seolah-olah persyaratan kredit yang diajukan oleh debitur tersebut semua telah memenuhi syarat dan ketentuan yang berlaku.
Karena proses yang tidak layak, akibatnya, kredit yang telah dikucurkan tersebut tidak terbayar, angsurannya dinyatakan macet.

Berdasarkan Laporan Audit Nomor: 059/14/AUI/SAA/SPC/NOTA tanggal 15 April 2020 kredit macet itu sebesar Rp100.018.133.170.

Sedangkan untuk perhitungan jumlah kerugian negara secara pastinya, masih menunggu perhitungan BPKP. (haris)

Leave a comment

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>